Ngaben, Cremation Ceremony Part 3

Ini lanjutan video yang kami rekam dalam medelokan kerumah ipar kami yaitu Ketut Badra yang berlokasi di Desa Bengkel, Banjar Bengkel Kawan, Kediri, Tabanan – Bali. Perjalanan mengantar mayat ke setra atau kuburan kali ini sangatlah jauh kurang lebih 2 jam dengan jalan kami. Akan tetapi, masyarakat setempat atau Krama Adat Br. Bengkel Kawan sangatlah kompak dan bersemangat kendati medan yang harus dilewati sangat panas dan naik turun serta menggotong wadah dan gamelan. Perjalanan kali sangat mengesankan dimana kami dapat menyaksikan secara utuh perjalanan orang Ngaben atau Cremationa Ceremony yang sudah terkenal di manca negara itu.

Proses kali ini adalah perjalan di jalan yang naik turun sampai tiba di kuburan yang mana lebih dikenal dengan istilah Setra. Setra untuk Banjar Bengkel Kawan terletak di desa Sudimara yang mana hanya berlokasi di sebelah barat Banjar Bengkel akan tetapi di halangi oleh sungai yang sangat dalam. Sesampai dikuburan, mayat mulai di turunkan oleh krama ke tempat pembakaran mayat yang lebih dikenal dengan istilah Pemuun. Setelah di upacarai dan di berikan tirta, lalu mayat sudah bisa dibakar. Proses pembakaran itu sendiri memakan waktu sekitar 2 jam sampai tulang – tulang habis terbakar. Setelah proses pembakaran, tibalah Ida Pendanda Istri yang kebetulan muput upacara ini sehingga abu dari mayat tersebut dapat dibuang ke sungai dan selanjutnya di tebus dengan proses Ngukur. Akan tetapi kami tidak bisa menampilkan proses sampai ngukur karena terhalang waktu.

Ketut Badra Family | Ngaben Cremation Ceremony

Upacara Ngaben Keluarga Ketut Badra – Bagian 2

Hari Senin tanggal 05 Oktober 2009, kami sekeluarga berkunjung lagi (medelokan) sehubungan dengan hari palebonan atau puncak upacara ngaben ibu dari I Ketut Badra, ipar kami. Upacara  ini dimulai pukul 08.00 am, dimana kesibukan sudah mulai nampak baik dari pihak keluarga dan warga banjar setempat. Persiapan untuk membawa jenasah sudah mulai dipersiapkan dan kali ini Keluarga Ketut Badra mengabil tingkatan upacara Ngaben yaitu tingkatan Nista. Sesuai tradisi daerah setempat bahwa jenasah yang diaben harus dibakar dan jauh berbeda dengan daerah kami bahwa setiap jenasah yang diaben tidak boleh di bakar, tapi dikubur seperti biasa dan biasanya dibuatkan Preteka/simbol dari tanah kuburan berupa orang-orangan dan lal dibakar. Prosesnya hampir sama hanya perwujudannya berbeda.

Perjalanan membawa jenasah kali ini sangatlah jauh dan melelahkan dimana kita melewati perjalan naik turun beberapa kali selama 2 jam. Hal ini disebabkan karena jembatan penghubung Banjar Bengkel dengan Desa Sudimara putus dan sedang diperbaiki. Akan tetapi semangat Krama Adat Banjar Benkel Kawan, patut diancungi jempol dimana mereka sangat antusias walaupun menggotong wadah sangat jauh dibawah terik matahari dengan jalan naik turun. Orang-orang disini sangatlah patuh dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan dengan kesederhanaan.

Upacara Ngeringkes – Ngaben Ceremony, Bali

Hari Minggu kemarin, tanggal 06 Oktober 2009, kami sekeluarga mengunjungi (dalam bahasi Balinya Majengukan) ke rumah saudara kami Ni Nengah Kona, anak kedua dari keluarga kami yang kawin ke Banjar Bengkel Kawan, Desa Bengkel, Kec. Kediri, Tabanan – Bali. Mereka sedang melakukan suatu hajat/upacara keagamaan yaitu Ngeringkes, salah satu prosessi upacara Ngaben (pembakaran mayat di Bali) dimana ibu mertuanya telah meninggal dunia di usia yang sudah sangat uzur. Beliau telah meninggal dunia dengan tenang dirumah kediamannya di Banjar Bengkel kawan dalam usia hampir 100 tahun.

Upacara Ngeringkes adalah salah satu prosesi upacara agama Hindu di Bali dalan kaitannya dengan upacara Ngaben dimana mayat yang akan di kremasi atau di aben harus di bersihkan/dimandikan dan di ringkes dengan kain dan rantai yang terbuat dari bambu. Upacara ini memiliki filosofi yang sangat tinggi dimana tubuh manusia yang dianggap kotor selama hidup di dunia ini harus dibersihan sebelum dikembalikan ke asal mulanya yanti Panca Maha Bhuta, yaitu lima unsur dari tubuh manusia. Upacara ini juga dikenal dengan istilah Atiwa tiwa yang maknanya sangat luas dimana tubuh yang telah digunakan oleh roh selama hidup di dunia ini dibersihkan dengan air suci/tirta dan diikat atau di ringkes (Maiket) agar unsur roh dan Panca Maha Bhuta menjadi bersih sebelum dilebur dan roh sendiri akan menyatu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan yang maha Esa.

Besakih Temple – Pura Besakih

Besakih Temple | Places of Interest in Bali

Besakih Temple is the biggest Hindu temple located in Besakih Countryside, Rendang District and Karangasem Regency, east part of Bali. It is a beautiful temple area with hundred of Hindu temple buildings set on the foot of Agung Mount, the biggest mountain in Bali. This temple has been appointed as one of tourist destinations in Bali and many visited by tourist everyday. Besakih Temple Tour is one of the famous land tours in the island visiting this temple and other palces of interest in line with the access to reach it.

Bali Melasti Ceremony Part 3

Melasti Ceremony 2009 Part 2

Melasti Ceremony 2009 Part 1

Dalem Puri Temple | Besakih Bali

Dalem Puri Temple is one of the important temples in Besakih that is located 500 meters from the main temple. Before we conduct the pray at Besakih Temple recently, we over stop at this temple to begin our ritual before completing to the main temple. This temple is very beautiful with unique Balinese ornament and set in the wide land with big tree.

Dalem Puri Temple Besakih

Dalem Puri Temple Besakih

Dalem Puri Temple Entrance Gate

Dalem Puri Temple Entrance Gate

Dalem Puri Temple Besakih

Dalem Puri Temple Besakih

Balinese Hindu Praying Besakih Temple

Besakih Temple

Besakih Temple

Besakih Temple is the biggest Hindu temple in Bali located in Karangasem Regency, east part of Bali. It is consisted of hundred temple building with different function and pray of purpose set in the huge land right on the foot of Agung Mount, the biggest mount in Bali. It is situated in the high land with cool weather sweeps the entire of temple that is ideally for meditation place. Besakih Temple is well known as a bother temple in Bali due to in this temple area exist the rash of temples or family temple. Many Hindu people comes to this place every day to do praying in particular the important day based on Balinese Hindu Calendar.

Temple Festival at Dalem Panurungan Tangkas

Dalem Tangkas Temple Besakih

Dalem Tangkas Temple Besakih

On 29 October 2008, our family including me go to this temple to do praying since we are a part of Pasek Tangkas Family. It was great ceremony event and very exciting with entire family traveling together. We also bring children along to this journey and all of them are look so happy. The cool atmosphere from the mountain and beautiful panorama of Besakih Temple were erase our thirsty from the long trip from our house located in Tanah Lot. We have found the traditional dance performance that is call Topeng and Arja Dance performed on this event to follow the ritual procession. The beautiful Balinese Gamelan was accompany the serenity atmosphere when we do the ceremony there.

Besakih Temple, Tourist Destination in Bali

Besakih Temple Main Entrance

Besakih Temple Main Entrance

Since this temple is opened as tourist destination in Bali, this place is many visited by tourist every day. Tourist facilities like rest room, art shop, parking area and good access were well maintained that make this temple is the right place to visit in the island. Besakih Temple Tour is one of the options to visit this temple an usually set by the special tour package. Other tourist destinations also be visited on this tour package and all of them are designed comfortable and enjoyable with tour guide.

Location

It is located in Besakih Country Side, Rendang District and Karangasem Regency. It is about 2 hours drive from Bali’s International Airport. The road to this tempe is well maintained and has good access so the people who wish to reach it is very easy to locate it.

George and Carlon Play Around

Made George and Putu Carlon play around in the late afternoon at my house. They look so happy play around together with cute kid bike which make all people are happy to see them. George is 4 years and Carlon will be 2 years. Both of these kids make ahpy for entire famiy of Nang Roni who living at Tanah Lot Bali.